| Fana dalam Kebaqaan, Ibrahim al-Dasuqi |
|
| 30 March 2012, 6:23 pm |
|
| Ibrahim al-Dasuqi, Fana dalam Kebaqaan Tariqat Birhamiyyah didirikan oleh
Ibrahim al-Dasuqi, yang nama lengkapnya, Ibrahim al-Dasuqi al-Qursyi, Ibrahim
al-Dasuqi meninggal dunia tahun 676 Hijriyyah di Damascus. Tariqat
Birhamiyyah tersebar di kawasan Mesir, Syria, Hijaz, Yaman dan Hadhramaut.
Ibrahim al-Dasuqi ber kata, “Syariat adalah pokok,
sementara hakekat adalah cabang. Jadi Syari’at menghimpun seluruh ilmu yang
diwajibkan dan hakekat menghimpun seluruh ilmu yang disembunyikan. sementara
semua tingkatan dan keadaan justru berada dibawah keduanya.” Mengenai taubat al-Dasuqi ber kata : taubat
golongan istimewa (al-khowash) merupakan penghapusan dari segala sesuatu yang
selain Allah. |
|
| Ibrahim al-Dasuqi juga
menggubah puisi cinta Ilahi salah satunya ialah : Tampak
olehku Kekasih di segala arah yang ada; Aku pun lihat-Nya dalam tiap bentuk
dan makna; Dengan menyingkap rahasiaku Dia pun titahkan aku; Kata-Nya: “Tahu kau siapa Aku?” ; “Harapku,”
jawabku; “Kau itulah harapku,” bahkan aku adalah Kau selalu; andaikan
Kau pun sekarang hakekatku.”; Dan jawab-Nya: “memang begitu adanya, tetapi;
kau pun duplikat-Ku andaikan segala yang ada kauamati.”; Dengan penyatuan
dzatku sampai pada dzat-Nya; Tanpa hulul, namun merealisasikan nisbatku ada
padanya; Maka diriku fana dalam kebaqaan selamanya; pada dzat keabadian yang
tanpa hentinya. |
|
| Sementara mengenai gagasan
Hakikat Muhammad ataupun Quthb, Ibrahim al-Dasuqi ber kata: Tiada yang kulihat selain-Nya; Yang selain-Nya tiada terlintas
pikiranku sekejap jua; Dengan diriku pun tegak Diri-Nya di puncak sana; Di
dalam-Nya kubaharui diriku dari masa ke masa;Bahkan cintaku bertumbuh sebelum
Adam ada; Sejak itu pun berkembang dalam berbagai alam yang ada; Di keluhuran
dengan Cahaya Ahmad aku berada dalam mutiara putih pada sel kupunya; Dalam
pandangan jagal aku adalah korbannya; Aku dengan Idris ketika dia sampai
ketinggian aku pun tinggal di Firdaus tempat kemuliaan; Aku pun dengan ‘Isa
yang dalam buaian berbicara; Dan kepada Daud aku karuniakan merdunya suara;
Aku dengan Nuh ketika menempuh prahara lautan gelegar dan topan gelora; Aku
yang Quthb adalah tokoh masa atas semua keadaan; Aku yang hamba adalah
Ibrahim pendiri tariqat perjalanan. |