Total Tayangan Halaman

Kamis, 03 Mei 2012

Bicaralah dari hati dan dengan hati


Janganlah mencari Tuhan karena anda membutuhkan jawaban. Carilah Tuhan karena anda tahu bahwa Dia lah jawaban yang anda butuhkan.

Senyum mampu menyelesaikan banyak masalah, dan diam mampu membuat kita terhindar dari banyak masalah.

Sebenarnya Anda lebih berani dari yang anda duga, lebih kuat dari yang anda tahu, dan lebih pintar yang anda kira, namun itu semua tersembunyi dibalik diding tipis bernama keragu-raguan.

Diam Bukanlah kelemahan, jika di iringi dengan perbuatan dan hasil nyata.
Satu-satunya cara untuk melakukan pekerjaan besar adalah dengan mencintai apa yang Anda lakukan, walaupun sebenarnya anda membencinya.

Harapan tinggallah harapan jika tidak disertai tindakan, impian tinggallah impian jka tidak selaras dengan kemampuan.

Tidak seorang pun punya kemampuan untuk melakukan sesuatu hal sempurna, tapi setiap orang diberi banyak kesempatan untuk melakukan hal yang benar

Tinggalkanlah kesenangan yang menghalangi pencapaian kecemerlangan hidup yang diidamkan. Dan berhati-hatilah, karena beberapa kesenangan adalah cara gembira menuju kegagalan.

Kelakukan kita terhadap kehidupan, menentukan sikap kehidupan terhadap kita.

Matahari yang sebesar itu pun perlu bulan untuk bisa menerangi setiap sudut bumi.

Seseorang tak akan pernah bisa mencintai Anda dengan tulus dan apa adanya, jika Anda selalu menyembunyikan kekurangan Anda darinya.

Hidup ini seperti piano.Berwarna putih dan hitam. Namun,ketika Tuhan yang memainkannya,Semuanya menjadi indah.
Saat anda mendapatkan yang biasa ketika mendambakan yang terbaik, bersyukurlah, karena anda tidak mendapatkan yang terburuk.

Hidup adalah memilih, namun untuk memilih dengan baik, Anda harus tahu siapa Anda dan apa yang Anda perjuangkan, ke mana Anda ingin pergi dan mengapa Anda ingin sampai di sana.

"Keyakinan adalah percaya dengan apa yang tidak kita lihat, dan upah dari keyakinan adalah melihat apa yang kita yakini."
Sebenarnya sangatlah mudah menjadi Bahagia. Kebahagiaan akan datang saat kita memaafkan diri kita sendiri, memaafkan orang lain, dan hidup dengan penuh rasa syukur. Tidak pernah ada orang egois dan tidak tahu berterima kasih mampu merasakan bahagia, apalagi membuat orang lain bahagia. Hidup ini memberi, bukan meminta."
Kebahagiaan adalah pengalaman spiritual dimana setiap menit hidup dilalui dengan cinta, dan rasa syukur.
Jangan takut akan bayangan, karena bayangan berarti ada suatu cahaya yang bersinar di dekatnya.

Masa-masa terbaik dalam hidup adalah saat kita mampu menyelesaikan masalah sendiri, Masa-masa suram kehidupan adalah saat kita menyalahkan orang lain atas masalah yang kita hadapi.
"Kebijaksanaan adalah pemahaman nilai-nilai abadi dan nilai-nilai hidup."

"Kebaikan adalah lebih penting daripada kebijaksanaan, dan menyadari hal ini adalah awal dari kebijaksanaan."

Bijaksana adalah kumpulan dari perjalanan hidup kita. Kebijaksanaan tidak bisa dicari, tidak bisa diberikan, dan tidak bisa dibagikan. Kebijaksaan adalah diri kita sendiri.

Setiap kejadian-kejadian kecil hidup kita adalah bagian dari harmoni total alam semesta, semuanya sudah ada yang mengatur dengan sempurna. Jalanilah hidup apa adanya.

Bicaralah dari hati dan dengan hati, karena hati bisa mendengar lebih tajam daripada telinga.

Jika anda merasa pendapat anda tidak didengar, ketahuilah, sebenarnya anda tengah belajar untuk menghargai.

Jika anda melalui hidup anda tanpa masalah, ketahuilah, anda melewatkan masa terindah hidup anda.

Berbuat baik pada orang lain lebih sulit daripada berperang melawan penjajah.
Mengucapkan Maaf hanya mampu dilakukan oleh orang-orang pemberani.
Anda harus jadi ulat terlebih dahulu jika ingin menjadi kupu-kupu
Keindahan sejati tak bisa dilihat oleh mata, hanya hati yang mampu merasakan keindahan sebenarnya.
Waktu akan terasa lambat bagi mereka yang menunggu, terlalu panjang bagi yang gelisah, dan terlalu pendek bagi yang bahagia. Namun Waktu adalah keabadian bagi yang mereka mampu bersyukur.
Setiap orang mempunyai kelebihan dan kekurangan. Fokuslah pada kelebihan kalian, jangan fokus pada kekurangan kalian.
Jangan terlalu lama menangisi apa yg telah terjadi. Hal yg kamu tangisi saat ini mungkin hal yang akan kamu syukuri suatu saat nanti.

Dalam hidup, anda tak akan selalu mendapatkan apa yang paling anda inginkan, terkadang anda hanya mendapat pelajaran yang sebenarnya lebih anda butuhkan.

kita tidak bisa merubah arah angin,tetapi kita mampu merubah sayap kita



Massiddimanengi sininna kedo2e


Massiddimanengi sininna kedo2e makkotoparo paimeng nawanawae lao rimadecengge, nasaba iyanaro attaroanna pammasena.makkadeai anregurutta sappka naseng, narekko muruntukka wunoka,narekko wunoko aleku waselleang..degaga ulle sangadinna pammasenapa naengkaki wedding ppasompa lao riaraja sewwana puang allata'ala...
Percakapan Obrolan Berakhir


Naiyya riaseng attongenttongeng narekko engkai napanccaji watakkalenan padadatoha akkatana

Nulle padai asspparenge naengkai sicoco palolongengge..assicocokengge nareko ajokkangenge padai iyaro meloe elettuki..nasaba makkadana puang allata'ala "niginigi mattongettongeng lao riaraja sewwana majeppu engkai riwereng apatiroangeng madeceng nasaba attottongenna

Iyanaritu mamuare engkaki manennungeng. Pojiwi pappedecenna iya maneng lao risewwasewwae..nasaba naniginigi denappoji lao riarajasewwana puang allata'ala majeppu engkai maserro lolongeng pacallanna api renaka...
Nasaba engkamokki mappigau deceng naiya mannennungeng masommpa lau risese arajanna puang allata'ala

Sabtu, 21 Januari 2012

jalan Makrifat: Mengenal Diri


jalan Makrifat: Mengenal Diri
Setengah daripada jalan mencapai makrifat itu ialah dengan mengenal diri seperti kata seorang sahabat Rasulullah SAW., Yahya bin Muaz Al-Razi ;
"Barangsiapa mengenal dirinya maka sesungguhnya mengenal ia akan Tuhannya".
Yahya bin Muaz mengambil faham daripada perkataan Nabi SAW. daripada pertanyaan seorang sahabat;
"Siapakah yang lebih mengenali TuhanNya, ya Rasulullah? Maka sabdanya yang lebih mengenal mereka dengan dirinya."
Ada pun mengenal diri itu tiga[3] macam iaitu;
  • Periksa dan memahami.
  • Membuat bandingan dan ukuran.
  • Lemah dan tertegah.

Bangun an

1. Periksa dan memahami.
Hendaklah dimusyahadahkan akan kejadian diri kita kepada dua pandangan iaitu;
a. Pandangan yang pertama kepada diri zhohir yang dijadikan akan dia daripada emapat anasir iaitu;
  • Api
  • Angin
  • Air dan
  • Tanah.
yang bermula daripada kejadian lembaga Nabi Adam ‘Alaihi-Salam. Setelah sempurna lembaga Adam maka dimasukkan ruh ke dalamnya lalu hidup ia bernyawa, bergerak, melihat, mendengar, dan sebagainya seperti firman Allah dalam Surah Al-Shod; 71-72 yang bermaksud;
"Ingat olehmu hai Muhammad ketika firman oleh Tuhan kamu bagi malaikatNya bahawa Aku jadikan manusia daripada pati tanah maka apabila aku sempurnakan dia dan aku masukkan ke dalamnya ruhKu, maka sekelian malaikat duduk dan sujud baginya".
Demikian juga dijadikan seorang perempuan yang bernama Hawa iaitu daripada jenis Adam juga seperti firmanNya dalam Surah An-Nisa’:1 yang bermaksud;
"Hai sekelian manusia, takutlah kepada Tuhanmu yang menjadikan kamu dari diri yang satu dan menjadikan isteri daripadaNya. dan daripada keduanya berkembang biak laki-laki dan perempuan yang banyak."
Ini bermakna, daripada Adam dan Hawa dijadikan akan segala keturunan melalui setitik air mani(Nutfah) yang dikandungkan di dalam rahim ibunya selama 40 hari kemudian dijadikan seketul daging (Mudghoh) kemudian pecah berupa berbagai; suatu bentuk lembaga manusia seperti firman Allah dalam Surah Al-Mukminun;14 yang bermaksud;
"Sesungguhnya telah Kami jadikan manusia daripada pati berasal daripada tanah kemudian Kami jadikan akan pati tanah itu air mani yang disimpan dalam tempat yang kukuh(rahim), kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah; maka segumpal darah itu kami jadikan tulang; maka Kami bungkuskan tulang itu dengan daging kemudian jadikan itu makhluk yang berbentuk lain; maka Mahasuci Allah ialah Pencipta yang paling baik".
Kemudian apabila sempurna kandungan yang ghalib sembilan bulan lalu keluar dari perut ibunya berupa manusia yang lemah(bayi) kemudian beransur-ansur sedikit demi sedikit bertambah subur dan kuat yang lengkap dengan pancaindera yang lima iaitu;
  • Penjamah,
  • Perasa,
  • Pendengar,
  • Pelihat,
  • Pencium.
Akhirnya menjadi seorang manusia yang gagah kuat yang mempunyai pancaindera batin yang lima iaitu;
  • Khowatir,
  • Cita,
  • Niat,
  • 'Alim,
  • Fikir;
dan sempurnalah sepuluh pancaindera yang dinamakan INSAN.

Diri

b. Pandangan yang kedua kepada diri yang batin yang digelarkan nyawa atau Ruh yang telah diberikan nama oleh Arif bil-Lah dengan bermacam-macam nama. Setengah daripadanya menamakannya;
  • Syaiun Zat-tiah pada tatkala memandang pada Martabat Wahdah dimusyahadahkan pertama-tama nyata dalam Ilmu Allah itu Ruh Nabi Muhammad SAW. Daripada pancar benderang Israk Nur Muhammad itu zhohirlah sekelian alam dan segala yang benyawa. Setengah daripada Arif bil-Lah menamakan dia sebagai;
  • Alam Ma'ani iaitu tanda yang tersembunyi sungguh kuat nyata dalm Ilmu Allah tetapi tiada ia maujud. Ia tersembunyi dalam Wahdatul Wujud melainkan ibarat jua yang maujud pada keesaan diri Hak Allah Taala. Setengah Arif bil-Lah menamakanya sebagai;
  • Alam Laahut ertinya tanda kenyataan Zat dan setengah Arif bil-Lah menamakannya sebagai;
  • Alam Jabarut tatkala nyata ia pada martabat Wahdiah ertinya tanda kebesaran Zat dan sifatNya dan Af’alNya dan setengah daripada mereka menamakan sebagai;
  • A'yan Saabitah ertinya kenyataan yang amat teguh dan setengahnya menamakannya sebagai;
  • Alam Asror ertinya tanda menerima Asror(rahsia) Allah kerana ia tempat nyata Hak Taala.
  • Maka tatkala sudah menjadikan Allah Taala nyawa ; maka menjadi Ia akan Alam Arwah dan maujud ia dengan Qudrat Allah dan Iradatnya. Maka dinamakan dia Alam Malakut ertinya tanda milik yakni tiada sekali terlepas daripada Ampunya Milik. Ini dinamakan juga A'yan Khorijah kerana sudah zohir wujudnya menerima asar(bekas/sesuatu yang dijadikan) dan hukum Zat Lawazim yang nyata ibaratnya dan syaratnya kepada Martabat Wahdah dan Wahdiah kerana A'yang Khorijah itu A'yan Saabitah dan A'yan Saabitah itu yang menerima zhohir Sifat Allah dan Asma Allah dan A’yan Khorijah dan Alam Malakut ialah sekelian alam sama ada Alam Kabir(Besar) atau Alam Shoghir(Kecil).Dan setengahnya menamakannya;
  • Ruh Idhofi kerana lengkap pada tubuh yang menggerak dan mendiam dan sebagainya. Setengah daripada mereka menamakannya sebagai;
  • Ruh Al-Qudus kerana ia suci daripada merasai mati dan daripada segala kecelaan dan sebagainya dan setengah daripada mereka menamakannya sebagai;
  • Ruh Al-Amri kerana ia menerima perintah Allah memerintah tubuh. Setengah daripada mereka menamakannya pula sebagai;
  • Ruh Al-Amin kerana ia menerima firman Allah yang datang pada hati hamba yang yakin akan Hak Taala. Setengah daripada mereka menamakannya sebagai;
  • Khotir ertinya gerak hati. Dan khotir itu ada empat macam iaitu;
  •  
    • Khotir Rahmaani iaitu apabila ia sentiasa berhadap dan musyahadah kehadirat Allah Taala; tidak memikirkan akan MaasyiwaLah(sesuatu yang lain daripada Allah).
    • Khotir Malaki iaitu apabila bertukar arah dan bergilir ganti. Kadang-kadang berhadap dan bermusyahadah ke Hadirat Allah Taala dan kadang-kadang sesuatu yang lain daripada Allah.
    • Khotir Nafsaani iaitu sentiasa berhadap kepada kegemaran dan kelazatan dunia dan kemegahan dan kemulian yang bergelumbang dengan Ajib, Riya’, Takbur, Suma’ah dan lain-lain lagi daripada segala sifat-sifat mazmumah.
    • Khotir Syathooni iaitu sentiasa gemar kepada pekerjaan yang derhaka dan jauh daripada berbakti dan beribadat.
Maka adalah sekelian itu daripada kelakuan Ruh pada badan yang datang sekelian itu daripada Feil (Kelakuan) yang Hakiki. Setengah daripada mereka menamakannya sebagai;
  • Akal kerana mengeluarkan fikiran dan kira bicara dan setengah daripada mereka menamakannya sebagai;
  • Nafsu kerana angkuh dan dholim dan setengah menamakannya sebagai;
  • Qalbu kerana bertukar berbolak-balik sekali berhadap kepada Allah; sekali berhadap kepada dunia.
Adalah diri yang dhohir dan yang batin terdiri padanya tiga perkara iaitu; 
  • Jisim iaitu susunan kulit, daging, tulang. urat, darah, lendir dan sebagainya.
  • Jauhar iaitu Ruh atau nyawa
  • 'Aradh iaitu kelakuan dan rupa pandangan seperti panjang, pendek, tinggi, rendah, putih, hitam, bertemu, bercerai, baik, jahat dan sebagainya.
2. Membuat bandingan dan ukuran
Kejadian tubuh jasmani manusia itu mempunyai beberapa hikmah dan rahsia yang menyamai rahsia kejadian langit dan bumi. maka eloklah penulis cuba memberi gambaran perumpamaan dengan serba ringkas dalam Ilmu Tasrikh iaitu ilmu kejadian manusia.
  • Bahawa manusia mempunyai 360 tulang yang menyamai dengan 360 darjah pada bulatan bumi.
  • Manusia juga mempunyai 17 sendi yang besar-besar kerana lazim manusia jaga pada tiapa-tiap sehari semalam tujuh belas jam iaitu 3 jam pada awal malam dan 2 jam pada awal siang dan 12 jam pada masa siang. Maka dalam 17 jam inilah gerak-geri anggota yang 17 sendi itu melakukan kebajikan atau kejahatan; maka diwajibkan dan difardukan ke atas manusia mengerjakan sembahyang lima waktu dalam sehari semalam sebanyak 17 rekaat.
  • Urat-urat besar dalam badan manusia berjumlah 12 urat iaitu jadi ibarat 12 bulan setahun dan 12 jam pada siang dan 12 jam pada malam.
  • Dikatakan juga bilangan rambut manusia ada sebanyak 124 000 iaitu supaya mengingatkan bagi kita bilangan Nabi-nabi yang diikhtilafkan ulama sebanyak 124 000 orang dan banyak lagi rahsia-rahsia kejadian tubuh manusia yang sengaja ditinggalkan.

Gelap bercahaya
Pendek cakapnya tidak ada satu kejadian yang boleh menyamai dengan kejadian manusia pada nisbah elok dan baik perdiriannya dan mulia keadaannya dan tinggi darjatnya jika hendak dibandingkan dengan kejadian-kejadian yang lain seperti firman Allah dalam Surat Al-Tin;4 yang bermaksud;
"Demi sesungguhnya kami jadikan manusia itu seelok-elok kejadian"
dan tidak ada satu kejadian yang diperintah oleh Allah Taala kepada malaikat supaya memberi hormat dan tahiyat melainkan manusia(Adam) dan juga menyebabkan syaitan dimurkai oleh Allah dan dikutuk akan dia kerana ingkar pada perintah Allah yang diperintahkan kepadanya supaya memberi hormat dan tahiyat kepada manusia(Adam). Dijadikan sekelian perkara ini untuk manusia dan dilengkapi pada manusia sifat Ma’ani yang tujuh kerana tempat menerima Asar(bekas) Sifat Ma’ani Qadim yang dinamakan Naskhah Al-Haq.
3. Lemah dan Tertegah
Apabila dimusyahadahkan akan kejadian diri samada diri yang zhohir atau diri yang batin, maka tak sampai akal manusia untuk memikirkannya seperti Ruh, Akal, Nafsu dan Qalbu. Maka sukar hendak memberi gambaran atau takrif yang mensifatkan daripada jenis apa??
Al-Quran memberi pengajaran sebagaimana firman Allah dalam Surah Al Israk;85 yang bermaksud;
"Akan ditanya akan engkau hai Muhammad tentang ruh; Kata olehmu Ruh itu adalah daripada urusan Tuhanku".
Oleh kerana sukar hendak membuat takrif, maka digelar oleh orang-orang ‘Ariffin dengan nama Lathifatul Rabaaniyah.
(Sumber: Perjalanan Suluk)

Senin, 09 Januari 2012

PAPPADIYOLO, SYAHADAT, APPAJEPUWANGE LAO RI PUANG ALLAH TAALA

PAPPADIYOLO
Sininna pappujie napunnai manengngi Puang Allahtaala. Nenniya Asukkurukeng temmapettu lao ri Puang Allahtaala, rigau engkana riaseng agama (islam) napuatureng Puang Allahtaala ritau iyyamaneng mancaji rahmatan lil alamin.
Usabbiwi deggaga Puang sagadinna Puang Allahtaala, nenniay Usabbitoi Nabi Muhammad SAW surona Puang Allahtaala. Shalawat dan salam lao ri nabitta Muhammad SAW sibawa keluargana enrengge sahabana iyamaneng.
            Makkedai Nabitta Muhammad SAW
Bettuanna : Usalaingekko 2 (dua) sewwa-sewwa (kitta) narekko pada muakkatennimui iayaro duwae (kitta) puradena mutassala (puradena mupusa) mannenungen iyanaritu KITABBULLAH (Al-Qur’an) dan SUNNATULLAH (Haddesenna Nabitta SAW).
Rigau engkana pengalamakku monro ri Arab Saudi (Tanah Arab) selama seppulo taunna (1981-1990) dan menunaikan ibadah Haji beberapa kali, sibawa paimeng salama seppulo dua (12 thn) taunna mabbicara, deppa naengka tau passalai iya uwokie rilalenna iyae boewe. Sibawa paimeng tau maeloe jokka Haji purae uffapahangi (napogaui) depagaga nakenna lasa tessipato iyya ritungkae ratau anasedding gassai lettu nae. Seuatu hal yang mustahi, tapi naerkko Puang Allahtaala pueloi pasti kejajiang. Iyyatoro tau purae upahanggi engka maneng mui salama lettu lesu ribolana. Alhamdulillah
Jaji uwellau ridi siajing selleku maeloe baliwi pattampana Puang Allahtaal jokka Haji (siarai bolana) tapakessingi memenni syahadatta, makkotoro paimeng NIAT IHLAS karena Puang Allahtaala simata-mata. Mamuare Puang Allahtaala nawerekki petunjuk, pammase nawalaiki sibawa Haji mabrur nenniya napassalamakki lao lisu lettu ri bolata tudangetta, Amin Yaa Rabbal Alamin
Wassalamu alaikum warah matullahi wabarakatuh
Sengkang
H. TAHIRUDDIN
SYAHADAT
SYAHADAT biasa napake Arab’e mabbetuangen IJAZAH atau Kartu Tanda Penduduk (KTP) syahadat weddingto mabbetuang (anu) MANNESSA TALLE RI makkedanna Puang Allah Taala  Íoy»yg¤±9$#ur ã É=øtóø9$# NÎ=»tã 7Ï9ºsŒ bettuanna, naiya (Puang Allah Taala) naisseng maneng mallinrungnge sibawa Mannessae (talle) (Q.S. 32. A. 6)
SYAHADAT pole ri ada ----------------------- bettuanna mancaji sabbi riolona hakimnge, naiya tau ritarimae mancaji sabbi ri hakimnge, pasti tau mitaengngi persoalan riakkarakaraiye, --------wedditti, mabbetuang naita mata atau RIAJEPPUI!, Adanna Puang Allah Taala rilalenna akurang malebbie ------------------------ Bettuanna, Narekko engkana rikotu mennang mitai (mata) ulengnge (Hilal Ramadhan) pada mappuasa manenno (Q.S. 2. A. 85).
Jaji iyaro kata ------------mabbaetuang, IRITA, ISABBI, iya regga RIAJEPPUI. -------- Mabbetuang MANESSA IRITA iyarega MANNESSA RISABBI, iyarega MANESSA RI AJEPPUI, jaji narekko engk tau MASYAHADAT, nade nannessa, iyarega de nappejeppu, iyarega de nasabbiwi tongeng-tongeng. Mabbaca mitu syahadat. De naullei pattongengi ATI. Nasaba iyami MANNESSA naita, iya MANNESSAE najeppui, iyami MANNESAE nasabbie tongeng-tongeng. Wedding napattongeng ATI. Nasaba ATIE denaengka nabbelle. Makkomatoiro SYAHADAT LAA ILAHA ILLALLAH MUHAMMAD RASULULLAH.
--------
Parellau laddei ripannesa risabbi iyarega ri ajeppui aderennagaga Puang rilainnae Puang Allah Taala enrenge Nabi Muhammad SAW suronai Puang Allah Taala. Iyatonae nappaguruang Nabitta Muhammad SAW seppulo seddi (11) taunna monro ri Mekkah. (Pammulang anabingeng).
Tacobai pikkirikiwi adanna Puang Allah Taala rilalenna Akorang malebbie, iyanaritu remakkenanna Puang Allah Taala:
--------
Bettuanna, Puang Allah Taala nasabbi (najeppui) sitongeng-tongenna de’gaga Puang sangadinna ALENA (Puang Allah Taala) dan Malaikat-malaikat si bawa TAU tuntungi paddisengen (apejepuwange) pada mappahang masse (berpendirian teguh) de’gaga Puang sangadinna (rilaennae) ALENA (Puang Allah Taala) iya kaminang Parkasa-e kaminang bijaksana (Q. S. 2. A. 18).
Puang Allah Taala sibawa malaikat-malaikatna nasabbi (najeppui) de’gaga Puang sangadinna Puang Allah Taala, makkotoro TAU tuntuengi paddisengeng (appejepuwange) mappahan massei (mannessa) de’gaga Puang rialainna Puang Allah Taala. Naiya ajeppuange lao ride’nagaga Puang rilainnae Puang Allat Taala, ripammulai ri appejepuwange lao ri Puang Allah Taala.
APPAJEPUWANGE LAO
RI PUANG ALLAH TAALA
Makkedai nabitta Muhammad SAW
Bettuanna : Ripammulai Agamae ri Appajeppuwange ri Puang Allah Taala. Iyatona napogau Nabitta Muhammad SAW ri Goa Hira (berkhalawat) Naiyatona Nappaguruang nabitta SAW lao ri sahabat-sahabat na ri Mekkah ettana lebih kurang 11 taunna, terutama ri pammula-pammulang anabingenna to nasserie pammase neniya asalamakeng.
Niya appejeppuange lao ri Puang Allah Taala tabbagei lao ri eppa (4) bagianna iyanaritu :
1.      Appejeppuange ri Zatna Allah Taala.
2.      Sipaduappulona Allah Taala.
3.      Aseng marajana Puang Allah Taala.
4.      Isseng enrenge Ebbuna Allah Taala.
Iyanae eppae passaleng parellu ripahang madeceng rilalenna appajeppuange lao ri Puang Allah Taala. Nasaba polekkoiri ri Zat-na Allah Taala mancaji I (Alepu). Polekkoi ri sifat 20 na Allah Taala mancaji I (A) polekkoi ri Aseng marajana Allah Taala mancaji I (i) polekkoi ri ebbuna Allah Taala mancaji I (U) najajina I I I I. Nainappasi pole ri I (alipu) mancaji I (Alepu) rilalenna lapaleng ---- polei ri I (a) mancaji Lam (--) pammulang ri lapaleng --- polei ri I (i) mancaji Lam (--) kedua ri lapaleng – polei ri I (u) mancaji Ha (--) ri lapaleng --. Jaji polekoniro hurupu eppae najajina asenna Puang Allah Taala --- rasenni ISMUL JALAALA (---------). Naiyyatosi Aseng Marajana Puang Allah Taala (iya) taniya baca. Taniya hurupu, taniya sadda ri asengi ISMULLAHIL A’DHAM. (--------------).
Polekkoi Ismul jalalae ( ----) eppae hurupunna mancaji aseng (------) iyarega (------) polekotoniro eppae hurupu mancaji nappase eppae iyanaritu :
1.      RADDE (Maggempung babuwa, nappase lettu ri mulajajjie, kotoniri ajeppui engkana Zat-na Allah Taala).
2.      MESSU (ripassau) koniro ri ajeppui sifat 20 na Allah Taala.
3.      RADDE (Makkeppe babuwa, nappase lettu riyase) koniro ri ajeppui aseng marajana Allah Taala (-------------------).
4.      TAMA (Mallaleng Tama) koniro riajeppui Ebbuna sibawa Issenna Allah Taala.

APPAJEPPUWANGE RI ZAT-NA ALLAH TAALA

Makkedai nabitta Muhammad SAW
Bettuanna : Ripammulai Agamae ri Appajeppuwange ri Puang Allah Taala. Iyatona napogau Nabitta Muhammad SAW ri Goa Hira (berkhalawat) Naiyatona Nappaguruang nabitta SAW lao ri sahabat-sahabat na ri Mekkah ettana lebih kurang 11 taunna, terutama ri pammula-pammulang anabingenna to nasserie pammase neniya asalamakeng.
Niya appejeppuange lao ri Puang Allah Taala tabbagei lao ri eppa (4) bagianna iyanaritu :
1.      Appejeppuange ri Zatna Allah Taala.
2.      Sipaduappulona Allah Taala.
3.      Aseng marajana Puang Allah Taala.
4.      Isseng enrenge Ebbuna Allah Taala.
Iyanae eppae passaleng parellu ripahang madeceng rilalenna appajeppuange lao ri Puang Allah Taala. Nasaba polekkoiri ri Zat-na Allah Taala mancaji I (Alepu). Polekkoi ri sifat 20 na Allah Taala mancaji I (A) polekkoi ri Aseng marajana Allah Taala mancaji I (i) polekkoi ri ebbuna Allah Taala mancaji I (U) najajina I I I I. Nainappasi pole ri I (alipu) mancaji I (Alepu) rilalenna lapaleng ---- polei ri I (a) mancaji Lam (--) pammulang ri lapaleng --- polei ri I (i) mancaji Lam (--) kedua ri lapaleng – polei ri I (u) mancaji Ha (--) ri lapaleng --. Jaji polekoniro hurupu eppae najajina asenna Puang Allah Taala --- rasenni ISMUL JALAALA (---------). Naiyyatosi Aseng Marajana Puang Allah Taala (iya) taniya baca. Taniya hurupu, taniya sadda ri asengi ISMULLAHIL A’DHAM. (--------------).
Polekkoi Ismul jalalae ( ----) eppae hurupunna mancaji aseng (------) iyarega (------) polekotoniro eppae hurupu mancaji nappase eppae iyanaritu :
1.      RADDE (Maggempung babuwa, nappase lettu ri mulajajjie, kotoniri ajeppui engkana Zat-na Allah Taala).
2.      MESSU (ripassau) koniro ri ajeppui sifat 20 na Allah Taala.
3.      RADDE (Makkeppe babuwa, nappase lettu riyase) koniro ri ajeppui aseng marajana Allah Taala (-------------------).
4.      TAMA (Mallaleng Tama) koniro riajeppui Ebbuna sibawa Issenna Allah Taala.

APPEJEPUANGE RI SIFAT 20 NA ALLAH TAALA

APPEJEPUANGE RI SIFAT 20 NA ALLAH TAALA
Naiyya bicaranna (pahangenna) sipat 20-na Allah Taala iyapa naweding makessing pahangenna ripassilaongeppi sempajang napogaue lanro ale (watakkale) Nasaba 13 sewwa-sewwa riwtakkaleta, 13 rokonna sempajangnge, 13 sifat Puwang Allah Taala, RIPASISOMPA, mancaji tubuh massompa, NYawa ri assompang, Puwang Allah Taala risompa.
13 sinatna Puwang Allah Taala (1) -----(engka) (2) -----(Pammulang/mariyolo) (3) -------(maradde/tentei) (4) -----(silaingeng barue) (5) -----(tettong riale) (6) -----(sewwai) (7) -----(makuasa) (8) -----(makkelo atau berkehendak) (9) -----(Paiseng) (10) ------(tuwo) (11) --------(Marengkalinga) (12) --------(Makkita) (13) ------- (Makkeda-keda).
13 rokonna sempajange iyanaritu (1) Niyat (2) Tettong (3) Takabbere (4) Baca Fatehah (5) Ruku (6) Tokkong Ri Rokoe (7) Sujud (8) Tokkong Ri Sujue (9) Tudang (10) Tahiyat (11) Salawat (12) Salam (13) Taratte.
13 sewwa-sewwa riwatakkaleta iyanaritu 4 (eppa) pole ri Ambo (Aman) (1) Buku (2) Bulu/Gemme (3) Ure (4) Kanuku, 4 (eppa) pole ri Indo (5)Otak (6)Darah (7) Juku (8) Uli, 5 (Lima) pole ri Puwang Allah Taala (9) Ada-ada, (10) Paremmau, (11) Pakkita, (12) Parengkalinga, (13) Penedding.
Iyanae 13 Sewwa-sewwa rilalenna watakkale Nassompang rigau engkana massempajang 13 rokonna, rigau engkana Zat-na Allah Taala siengkang (sibawa) sifat 13 na Puwang Allah Taala. Narekko okkoki rilalenna ARENGNGERANGNGE ri Puwang Allat Taala naripatatteppa takabbere ihramta (ripammulaina sempajangtta) Najaminni Puwang Allah Taala rimakkedana -------------------------------------------------
Bettuanna, si tongeng-tongengna sempajang (makkuwaeri) nalawaiki pole-lao rigau majaae engrenge anu makeree, enrenge ARENGNGERANGNGE kaminang maloppoe (faedana).
Carana ri pegaui sempajang sesuai petunju  a Puwang Allah Taala rimakkedana;
-----------------------------------------------------------------------------------------
Bettuanna, Aja muaddeperi sempajang rigau engkamu MABUK gangka muissenna iya mupoadae (mubacae) (Lettu Ricappanna) (ayat.43 .S. 4).
MABUK, napakkelori iyae Ayat-e iyanaritu, mabuk urusan lino, mabuk minuman atau mabuk cinta dll. Care pateddengi iyaro mabuk-e iyanaritu. Ri pamegai arenggerangnge lao ri Puwang Allah Taala riwettunna ritajenna sempajang farellue, narekko tamani wttue, tomassempajang sunnana sebagai sempajang latihan konsentrasi, inappaki masempajang parellu, iyanae sempajanna ammenge, naiyatosi tingkat-na tomareppe ri Puwang Allah Taala, napateppai Takabberenna riwettunna nasedding amelo lenynye tubunna ri Zat-na Allah Taala. Naiyatosi sempajangna tao sipojie Puwang Allah Taala, iyanaritu, sempajangenna pojiwi padatoha nasengnge Nabitta SAW --------------- Naiyya sempajange unganna matakku atau buahna atikku. Narekko ripogauni sempajange rirampe riyase, okkoniro monro wedding rajeppui sifat Engkana Puwang Allah Taala, sifat araddekenna Allah Taala, sifat silaingenna barue, sifat tettong rialena Allah Taala sifat sewwana Allah Taala atau koniro riajeppui sifat 13-na Allah Taala, narekko yakinni riajeppuinna sifatna Puwang Allah Taala iyanaro 13 pasti riajeppuitoni sifat 7 (pitu) na Allah Taala riyasenge sifat Ma’nawiyah jaji gennenni 20 sifatna Allah Taala riajeppui.

SHALAT (SEMPAJANG)

SHALAT (SEMPAJANG)
Bettuanna : Hae sininna tau mateppe e aja muaddepperi rigau engamu mabok gangka muissenna mabbacae (Q. S. 4. A. 43).
            Untuk lolongengi riyasenge teppe lao ri PUwang Allah Taala iyanaritu. Pole ri apajeppuwange, bettuanna, narekko riajeppuini Puwang Allah Taala adisingeng (idi tomalasae) mellauki asalamakeng riyolona bahayae, mellauki alomongeng risussae, narekko natarimani Puwang Allah Taala parellautta, pasti tompo (talle) mannessa tepee lao ri Puwang Allah Taala, Nah tau mateppee makkuwaero ripoadang makkedae, Aja muaddaperiwi sempajang rigau engkamu Mabok Minuman mappewaju, mabok cinta mabok sedih (sussa) mabok dangkangeng, mabok pikiran enrenge rilainnae, gangkanna muissenna (mupahanna) anu ribacae. Jaji parellu ri engkalinga maneng sininna ribacae ri laleng sempajang, narekko riengkalingani iya ribacae, pasti mattaratteni baca-bacae, detonatu natomarengkalinga risaliwenna (rilainna) iyya ribacae, nasaba riekkalingana iyya ribacae, narekko masussa ripammulanna, parellui taisseng makkedae, sininna anu ripammulaiyye masussa maneng. Mappamulaki dangkang, sussana wettuna de’pa taissengi mewai mabbicara pangellie, mappamulaki maddare; sussana wettutta mabbekka (marewa) Naresopa temmangingi malomo naletei pammasena Puwang Allah Taala. Sedangkang olokoloe narekko ripaggurui wedding taonroi marellau alomongeng. Aja tapettu rennu pole ripammasena Puwang Allah Taala, Taenggerang toi adanna Puwang Allah Taala ri makkedana, -------------------------------------------------------------- sitongen-tongenna okko purai masussa engka alomongeng. Okko purai masussa pasti malomo. Engka makkeda, narekko ripammpulaini (agi-agi rijama) 50% selesai (berhasil) 50% lagi Naparosesni Puwang Allah Taala, masiga (amagattina) okkoi ATTONGENG TONGENNA ATITTA MONRO naita Puwang Allah Taala. Sibawa paimeng okko I’tikapta, Narekko masittai talolongeng NYAMENG engkana Zat_na Allah Taala nainappa ripatateppa takabbere ihramta (-------) pasti manyameng (malomo) manengni rimonrie. Narekko tahanni NYAMENG assualengenge Puwang Allah Taala, Iyyatonaro mancaji laleng natowedding KHUSYU’ rilalenna sempajangta. Iyya wedding lolongeng ASENNANGENG rimakkedana Puwang Allah Taala --------------------------------------------------------------------------Bettuanna, tongeng-tongeng Alabangeng (Asarongen/ assennangeng) tau mateppe iyya khusyu’e ri sempajanna. (Q. Al Mu’minun 1 & 2).
Iyyatonae sempajang kuysu’e riaseng sempajanna tau toil mareppee ri Puwang Allah Taala, iyarega natomakkeda tau maegae parengngerangna ri Puwang Allah Taala. Naiyatosi sempajangna tau sipojie Puwang Allah Taala (tau pojiwi puwanna, Puwang pojiwi atanna) napancaji (sempajange) UNGA MATANNA sibawa sempajange napancaji --------------- Bettuanna, Untuk ARENGGERANG KAMINANG MALOPPO (malebbi) nasaba toil sipabbicara tongeng-tongengna Puwang Allah Taala ri laleng sempajang, iyyatona sempajange napancaji MI’RAJ (addengeng/tangga) menre tau mateppe majeppui hakekat apuwangenna Puwang Allah Taala. Nasaba nappase messui lettu risese arajanna Puwang Allah Taala, iyyatona mancaji sipa 20 na Allah Taala, sipa 20 na, 13 sipanna napancaji sempajang 13 rokonna, na KHUSYU’ na 13 sewwa-sewwa riwatakkale rilaleng sempajang limae wettu, okkoniro nawedding riajeppui sipa 7 (pitu) na, najajina riajeppui maneng 20-e sipanna Allah Taala, iyyanaro riaseng MAPPEJEPPU DEGGAGA PUWANG RILAENNAE PUWANG ALLAH TAALA. Iyanatu nakkeda tau panritata, nigi-nigi masengni alena mappejeppu (hakikatur rububiyah) nataniya sempajang naola, ada belle. Nasaba sempajange memengtomiha bawang laleng riola padatoha iyya nacontohngekki Nabitta Muhammad SAW. Rimakkedanna -----------
            Bettuanna, Naiyya sempajangnge laleng menre (addengeng/tangga/mi’raj) na tau mateppee.
Jaji, upakkolingngi paimeng makkedae, taggurui-moi riyaseng sempajang khusyu’. Narekko naitani atitta mattongeng-tongeng maelo rapii (missengi) nalomoyag mokkitu Puwang Allah Taala, aja tapettu rennu rimasessana Puwang Allah Taala, nasaba lamma idimmi masengngi aleta mattongeng-tongeng, nadepa naita mattongeng-tongengngi atitta Puwang Allah Taala. Iyyae bicarae parellu toi tapahang madeceng. Nasaba, iyyapa namakessing okko Puwang Allah Taala mitai atitta mattongeng-tongen makko memeng toniro matti anu(agi-agi) ri cinnai, ri apparelluang, ri ellau ri Puwang Allah Taala. Jaji, sempajangetu aggurung riyolo, narekko maccani (husya’) ri sempajangta, pasti macaroni marellau ri Puwang Allah Taala. Narekko natitani mata natarima parellautta Puwang Allah Taala, natarimatonitu sempajangta Puwang Allah Taala. Mancajitoni sempajangta PAGGONCINNA sininna decengnge. Naerkko maeloki madeceng, tapogaui sempajang lima wettue, narekko ciyaki (teyyaki) madeceng, idi matoo!!. Tapi taisseng makkedae. Naiyya Puwang Allah Taala de’narobai seddiie kaum (seddie tau) narekko taniya alena maelo robai alena. -------------------