Total Tayangan Halaman

Minggu, 20 Januari 2013

Dialog Tuhan dan Musa as di Bukit Thursina


Dialog Tuhan dan Musa as di Bukit Thursina
7 July 2011, 6:58 pm
“Dan tatkala Musa datang untuk bermunajat pada waktu yang kami tentukan, dan Tuhan-Nya berbicara kepadanya, maka Musa berkata : Ya Tuhanku, nampakkan (Dirimu) kepadaku agar aku dapat melihat-Mu”. “Tuhan berfirman: “Kamu tidak akan dapat melihat-Ku, tetapi lihatlah bukit itu, bila bukit itu tetap di tempatnya (seperti semula) niscaya kamu dapat melihat-Ku”. Tatkala Tuhan tajalli / tampak pada bukit itu, kejadian itu menyebabkan bukit itu hancur dan Musapun pingsan. Setelah Musa sadar kembali dia berkata : “Maha Suci Engkau, aku bertaubat kepada-Mu dan aku orang pertama yang beriman”. (QS. Al-Araf 7 : 143)
Dalam ayat ini terdapat kata-kata yang perlu di kaji lebih dalam yaitu :
1. Tidak akan melihat Aku
2. Tuhan tajalli pada gunung / bukit.
3. Bukit / gunung hancur,
4. Musa a.s pingsan.
Tidak akan melihat Aku, suatu pernyataan dari Allah, bahwa bagaimanapun juga mata kepala yang berbentuk bundar yang terletak pada rongga mata dengan daya lihatnya, tidak akan bisa melihat Tuhan. Tetapi tidak
berarti menutup kemungkinan untuk dilihat dengan mata hati. Bila mata hati itu dilengkapi oleh Allah dengan Nur-Nya yang kemudian disebut dengan “nurul bashirah” (Cahaya pandangan batin) kemudian terdapat pancaran dan nyala pandangan batin disebut (bashar) kemudian mata kepala sama sekali tidak berfungsi termasuk tidak berfungsinya daya pikir dan seluruh kemampuan fisikal (jasmani) oleh orang Shufi digambarkan dengan “fana-dzauqy”, maka pada kondisi itulah terjadinya melihat Tuhan.
Firman Allah dalam Al-Qur’an
“Demi Tin, Zaitun, dan orang-orang Thursin dan demi negeri yang aman”. (QS. At-Tin : 1-2)
Diriwayatkan orang, dikala Musa a.s. menceritakan kepada pengikut beliau bahwa beliau akan melakukan dialog dengan Tuhan di daerah perbukitan, lalu masing-masing gunung maupun bukit menawarkan dirinya untuk dijadikan tempat pertemuan agung, serta dialog tingkat maha tinggi itu. Masing-masing menunjukan penampilan bergengsi seraya berkata : “Akulah gunung terbaik dan paling baik”, “Akulah bukit terindah untuk dipandang”, “Akulah yang paling kokoh dan paling tegar diantara jajaran gunung dan bukit di wilayah ini”. Musa a.s. diam seribu bahasa. Sambil memandang dengan penuh perhatian, mengitari dan menyimak suara dan kata, terlihat oleh beliau hanya ada sebuah bukit yang tidak mengeluarkan sepatah kata juapun. Itulah si bukit Sinai (THURSIN). Musa a.s. mendatangi si bukit itu seraya bertanya : Wahai bukit kenapa tiada kata dan suaramu seperti temanmu yang lain ? “Bukit itu menjawab : “Wahai tuanku, Aku mengaku bahwa engkau adalah utusan Allah. Akupun malu untuk bicara. Akupun merasa kerendahan diriku dihadapan Allah. Namun demikian, jika sekiranya Allah berkenan, Aku tentu menyampaikan puji syukurku tiada terhingga kehadirat Allah”. Akhirnya, si THURSIN ini mendapat anugerah. Si bukit yang tidak mempunyai kesombongan dan tidak mengagung-agungkan dirinya. Si bukit yang merasa kefanaan dirinya di hadapan Allah. Bukit yang mendapatkan kehormatan dicantumkan namanya di dalam Al-Qur’an.
Adakah makna tersembunyi dibalik pengertian bukit THURSIN ? Adakah hal-hal metaporis dari kenyataan sebenarnya ?. Bukankah Al-Qur’an penuh dengan amtsal dan ibarat ?.
Dalam Surat At-Tin, Allah bersumpah atas nama makhluknya, tiga benda yang ditonjolkan adalah Tin, Zaitun, Thursin yang dibawa dengan “Waw lil-qosam” (huruf waw untuk kata sumpah). Sebagian Ulama Tafsir menyebutnya “waw lit-tanbih” (waw untuk diperhatikan). Buah Tin bila diperas, berintikan minyak sebagai bahan pokok minyak wangi. Demikian pula buah Zaitun jika diperas, berintikan sari minyak untuk bahan makanan.
Di dalam masyarakat kita terdapat sebuah perumpamaan tentang buah kelapa : “tempurung adalah syariat, daging kelapa adalah thariqat, bila dikukur/diparut lalu diperas menjadi santan yaitu hakikat, santan dimasak jadi minyak, ialah makrifat. Bukit THURSIN (Tursina) sebuah bukit di padang pasir. Dari segi bahasa berarti “Puncak Sin”.
Thur artinya puncak, dan sin adalah sin. Siapakah Sin ? “Ya Sin (Wahai Sin = manusia).
“Demi Qur’an yang penuh hikmat. Sesungguhnya engkau (Wahai Sin) adalah seorang Rasul”. (QS Ya Sin 36 : 1-5)
Wa allahu a’lam

Man 'Arofa Nafsahu Faqod 'arofa Rabbahu, Wa man a'rofa Rabbahu , Fasadal Jasad"


"Man 'Arofa Nafsahu Faqod 'arofa Rabbahu, Wa man a'rofa Rabbahu , Fasadal Jasad"
"Barangsiapa mengenal akan dirinya maka mengenallah akan Tuhannya. Dan barangsiapamengenal akan Tuhannya ,binasalah jasadnya"
Perkataan 'diri' adalah terjemahan ke bahasa melayu dan di dalam istilah arabnya ialah NAF'S . Diri itulah NAF'S walau pun apa istilahnya ia menunjukkan kepada bangsa NAF'S yakni nafsu atau jiwa, diri yang mempunyai hati ,perasaaan ,akal ,nafsu dan berkehendak. Yang makan dan minum itu tubuh ,tetapi yang merasa kenyang ,lapar dan dahaga itulah diri atau NAF'S . NAF'S inilah juga yang akan merasa bahagia atau derita ,diseksa atau menikmati syurga Allah Ta'ala di dunia dan di akhirat . Inilah yang dimaksudkan dengan NAF'S yang merangkumi qalbu/hati ,jiwa, perasaan, akal ,budi ,danyang seumpamanya .Fahamilah betul-betul.
Adakah NAF'S ini yang dapat mengenal Tuhan ? Apabila NAF'S telah disucikan dan berada di martabat insal kamil pada maratabat Nafsu Kamaliah barulah ia benar-benar mengenal Tuhan kearana ketika itu ia mendapat panduan dari RUH yang ditugaskan untuk membimbing NAF'S dan mengingatkan jalan kembali kepada Allah Ta'ala.
Kalimat Ruh itu sangat luas istilahnya dan banyak pula tafsirannya menurut takrif masing-masing samaada pada lughat baik pun pada ilmu yang khusus seperti ilmu tasauf dan ilmu tarekat., Ada yang memberi erti Ruh itu Jawahir (kata jamak /pulral bagi jauhar). Ada yang memberi erti Ruh itu nyawa.. Ada yang memberi erti Ruh itu Jiwa.
Yang paling tepat adalah sebagaimana Allah Ta'ala berfirman didalam Al Quran. ROH itu diertikan Ruh itu sebagai 'Amar Rabbi", maksudnya Urusan Tuhanku. ROH itu Amar Allah , maksudnya Urusan Allah. ROH dengan pengertian Amar Allah adalah dihidupkan dengan sifat Hayat Allah ta'ala. Maka Ruh itu lah yang menghidupkan tuannya iaitu jasad , jisim atau tubuh.

Aku telah meneliti kitab2 bahasa melayu jawi terdahulu seperti kitab Lubabub Tasauf karangan Syeikh Ibrahim b. Hassan Al Kurani yg diterjemahkan oleh Syeikh Abdul Rauf Al Fansuri dimana 'RUH' itu diterjemahkan kepada 'NYAWA' . Jadi istilah 'NYAWA' dan 'ROH' itu adalah menunjukkan kepada barang yg sama jua. Ini adalah makna yg paling tepat menurut fahamanku.. Kerana dengan ada Ruh itu menghidupkan tubuh atau jasad. Sekiranya Ruh sudah dicabut dari jasad maka manusia itu dikatakan mati atau sudah hilang nyawanya. ROH dan NAF'S adalah 2perkara yang dikekal oleh Allah Ta'ala maka yang mati itu tubuh atau jasad. ROH akan kembali mengadapTuhan Robbil 'alamin sebagaimana Allah Ta'ala berfirman , "Innalillahiwainna ilaihi rooji'un" manakala NAF'S akan menerima balasan samaada bahagia atau kecelakaan di akhirat kelak. Fahamkan betul-betul.

BICARANNA ANA’ LOLO’E”


Lontara Ana' Lolo

“ BICARANNA ANA’ LOLO’E”

بسم ا لله الر حمن الر حيم الحمد الله رب العالمين

Sininna pappoji’e napunna’I maneng puang Allah Ta’alah, puang sininna alang’nge, puang jellokeng’ngi lao rigau patuju’e mapparenggerang lao rigau pasala’e.
Usabbi majeppu degaga puang risompa tongeng-tongeng sangadinna puang Allah Ta’alah, usabbi toi majeppu Nabi Muhammad Saw suro mateppena Allah Ta’alah, namakkamase lao risurona, enreng’nge sahabanna kotopa laing’nge atanna mateppe’e, wa’ba duhu……………
Iyanna passaleng bicaranna ana lolo’e riwettuna maelo massu pole ribabuana Indona:
Makkedai Puang Allah Ta’alah, oh Jibrilu surui ana lolo’e massu! 
Makkedai Jibrilu oh ana lolo assuku nalorekko Allah Ta’alah massu!
Makkedai ana lolo’e de umaelo massu narekko tekka wesseng’ngi assuren’nge?
Makkedai puang Allah Ta’alah ; assuku ana lolo walakko sifa!
Makkedai ana lolo’e; kega sifa maelo talakka puang?
Makkedai Puang Allah Ta’alah ;
- Sifa engka’ku upanjajiko Tubuh 
- Sifa Warekku upanjajiko Ati
- Sifa Arajakku upanjaji Nyawa
- Sifa Tuoku upanjajiko Rahasia
Makkedai Ana lolo’e ; de maolo massureng’ngi narekko iyamiro bawang.
Makkedai Allah Ta’alah; magai muteyya massureng’ngi ana lolo
Makkedai Ana lol’e; iyaro uteyya sabana upahang’ngi anu riparappemi, iyyatu ada anu riparappe tommoi.

Makkedasi Allah Ta’alah; Assuno walekko Tajang!!! 
Makkedai Ana Lolo’e; Tajang aga maelo tawarekka puang?
Makkedai Allah Ta’alah: Narekko engka tajang massu pole riposimu mabbatang kaluku siteru langi pitu susung’nge tanah pitu lapi’e, mitani alemu mappake mapute rilalenna tajang’nge mappake maccabulo, makudara mangollini lisena tajang’nge iyyanaritu…!!
Makkedai Ana lolo’e; de umaelo assureng’ngi nasaba nawinru billisi.
Makkedai Allah Ta’alah; Magai muaseng’ngi nawinru billisi?
Makkedai Ana lolo’e; dua nawinru billisi iyyanaritu ripuada’e nenniya naita mata kassara, dua rupato de nullei winru billisi iyyanaritu dena ripau nenniya de narita’e.

Makkedaisi Allah Ta’alah ; tongeng’ngi adam’mu ana lolo, assuno warekkosi tajang!!!
Makkedai Ana lolo’e; Tajang aga maelo tawerekka Puang?
Makkedai Puang Allah Ta’alah; Narekko engka tajang mapute,malotong,makudara, ajasana muajjeriwi sangadinna engkapi pada-padam’mu, narekko nabbokorino accena iyyano!!!
Makkedai Ana Lolo’e; de umaelo wajjeriwi
Makkedai Puang Allah Ta’alah; maagi muteyya muwacceri ana lolo?



Makkedai Ana Lolo’e; narekko makketu adatta puang, ajanna usappiki iyyapa pada-padak’ku ripanjaji sitangga-tangga saba pada-padakku muto.
Makkedani Allah a’alah; tongessi adammu ana lolo, assuno waressiko tajang!!!
Makkedai Ana Lolo’e; tajang agasi maelo tawerekka puang?
Makkedai Puang Allah Ta’alah; Narekko engka tajang massu pole rialinromu eppa mette tongen makkeda;
بُدُّوْحُ ~ قُدُّوسَُ ~ سُبُّوحَُ ~ بَدِيْعَُ
Iyyanatu massulong lao ri Iyya ! 
Makkeda Ana Lolo’e; de umaelo massureng’ngi nasaba dena wedding engka tajang pole ri alinroku eppa mette tongeng narekko degaga apolengenna
Makkedai Allah Ta’alah; Taroi upidakko apolengenna
- Seddi pole ri Iyya
- Seddi pole ri Nabi’e
- Seddi pole ri Malaeka’e
- Seddi pole ri Tau’e
Makkdasi Ana Lolo’e; deppa umaelo massureng’ngi nasaba Iyya mappau muitaka, Idi Puang mappau de witaki, narekko de witaki deto wisseng’ngi maccueriki.

Makkedani Puang Allah Ta’alah; Tongeng’ngi adammu ana Lolo, assuno warekk sadda!!!
Makkedai Ana Lolo’e; Sadda aga maelo tawerekka Puang?
Makkedai Puang Allah Ta’alah; - narekko engka sadda makkeda (A) isseng’ngi Puang’mu
- narekko engka sadda makkeda ( I ) isseng’ngi Alemu
- narekko engka sadda makkeda (U) isseng’ngi Nabi’mu
Makkedai Ana Lolo’e; de umaelo meassureng’ngi narekko saddami
Makkedai Allah Ta’alah; Magai muteyya massureng’ngi ana lolo?
Makkeda Ana Lolo’e; iyaro uteyya massureng’ngi nasaba saddami , talani matu saddat’ta magana iyya.

Makkedasi Allah Ta’alah; tongettu adm’mu ana lolo, assuno warekko Syariat, Tarekat, Hakikat, sibawa Ma’rifat
Makkedai ana Lolo’e; iyya tega Syariat, tarekat, hakikat na ma’rifat maelo tawerekka Puang?
Makkedani Puang Allah Ta’alah; - Naiyya Syariat’ e Tubum’mu
- Naiyya Tarekat’e Atim’mu
- Naiyya Hakikat’e Nyawamu
- Naiyya Ma’rifat’e Rahasiamu
Makkedai Ana Lolo’e; de umaelo massureng’ngi narekko iyamiro eppe passeleng nasaba wisse toni apolengenna
Makkedai Puang Allah Ta’alah; tega apolengenna Ana Lolo
Makkedai Ana Lolo’e; - Naiyya Syariat’e pole ri Tana’e
- Naiyya Tareka’t’e pole ri uwwae
- Naiyya Hakikat’e pole ri Anging’nge
- Naiyya Ma’rifat’e pole ri Api’e



Iyyanaro uteyya massureng’ngi ko iyaniro eppe’e.
Makkedani Puang Allah Ta’alah; toneng adammu ana lolo, pusana ritu adammu.
Makkedai Ana Lolo’e; tarona Puang mappa-pau narekko rapeni akkaletta siturui, narekko tessi toroki ancuruka paimeng.
Makkedani Puang Allah Ta’alah; Nareko situruki situruni.
Makkedani paimeng Ana Lolo’e; Maelo muka massu pada-padapi.
Makkedani Puang Allah Ta’alah; magai maelo mewaka pada-pada.
Makkedai Ana Lolo’e; narekko pada-padani dena gaga Puang dettona gaga Ata, deto gaga pasessa detona gaga tori sessa, narekko musessaka aleta tosessa.
Makkedani Puang Allah Ta’alah; Madecenni naekiyya ma’janjiki…
Makkedai Ana lolo’e Pekkogai bateta ma’janji Puang?
Makkedani Puang Allah Ta’alah:
“ NAREKKO MASSUKO SAPPAKA, ISSET’TOI AREWEKENNA TUBU’MU RI AMMEMENGENNA, NAREKKO MULOLONGEN’NA UNOKO, NAREK’KO UNOKO UTOK’KO-KO, NAREK’KO UTOK’K-KO ALEKO UTOK’KONGE’KO, NAREK’KO TO’ MULOLONGE’NGA MASSARAN’NITU REWEK’KOTU RI EPPA’E RUPAN’NA RI TANA’E,RI UWWAI’E,RI ANGING’NG, RI API’E MANCAJI OLO-KOLO NOTU KO MATEKO”.
Makkedai Ana Lolo’e; deppa maelo massureng’ngi deppa uwitaki lahereng.
Laherenni Puang Allah Ta’alah sitettongeng Ana Lolo’e’.
Makkedani Puang Allah Ta’alah;
Itana muassu mallahereng uwallinrungiko, narekko mulolonge’ka iko tosi mallinrung ri Iyya,Iyya tosi mallahereng, pada-pada nitu, naekiya Ata’e atamato’I, Iyyae Puang’nge Puang Mato’i.
Engka topa ada makkeda’e : Makkuani alarapanna وَالله وعلم 

Lontara Bugis & Ba’ca-ba’ca bugis


Lontara Bugis & Ba’ca-ba’ca bugis
OPINI | 23 December 2009 | 18:50http://stat.ks.kidsklik.com/statics/kompasiana4.0/images/ico_baca.gifDibaca: 3319   http://stat.ks.kidsklik.com/statics/kompasiana4.0/images/img_komen.gifKomentar: 3   http://stat.ks.kidsklik.com/statics/kompasiana4.0/images/ico_nilai.gif1 Menarik
“Minessangi Rahasiana Ompona Ulengnge”
3 ompona ulengnge. nari passuna neneta adam pole risuruga
5 ompona ulengnge natelleng lopinna nabi nohong ritengngatasi
12 ompona ulengnge naritunu nabi iberahim as pole nabi namrut rajana kapere’e
16 ompona ulengnge nari buang nabi yusupu nori bujungnge kudaenna
21 ompona ulengnge narilanti fir’aun puanna kapere’e
24 ompona ulengnge yemme’i bale nabi yunus as ritengnga tasi’e
25 ompona ulengnge nakenna tikka tana arab pitu taung ettana ananami nabalu naengka nare
…………………………………………………………………………………………………………..
“Panessainge Esso Natuju Muharram”
senin = mega dalle / mega bosi/mega anging
selasa = makura bosi / mega anana jaji / malessi taueruntu abala
rabu = mompo masagalae/ serrangi / mega tau masolang aga banna nasaba mabbettui bulue
kamis = maega ricu / mega bosi / masussai pemerintahange / menre maneng agagae
Jumat = biasa taue punoi baenena makanja asselena taneng tanengnge
sabtu = maega bosi biasa kedo tanae maega dalle
ahad = makanjai taneng tanenge makurang wassele
………………………………………………………………………………………………………..
“Ompona Ulengnge”
1 ompona ulengnge
“esso nyarangi majai yappanoreng bine, isaureng tennung yappatetongeng bola”
2 ompona ulengnge
“esso jongai anana jaji mawijai, agi-agi ripegau madeceng manengngi, madeceng rilaungeng sompe, madeceng rilaungeng mamusu, pakalaki”
3 ompona ulengnge
“esso singa’i maja yappabottingeng, yattanengeng, yappatettongeng bola, yappanoreng bine, yattaneneng, rilaungi wanua runtukki lasa”
4 ompona ulengnge
“esso meongi najajiangngi ana oroane madeceng, madeceng yappanoreng bine, yappamulang balu-balu, yappabottingeng, yattanengeng”
5 ompona ulengnge
“esso tedong nakennaki lasa maladdei, agi agi ripugau majamanengngi ritu, anana jaji madorakai, wettu natelleng lopinna nabi nohong”
6 ompona ulengnge
” esso laoi madeceng rialaungeng sompe, yappa bottingeng yangelliang olokolo, yappanoreng bine”
7 ompona ulengnge
“esso balei maja tomminreng nakennaki lasa maladdei, madecengmi yonroi mebbu parewa pakkaja”
8 ompona ulengnge
“esso sapingngi medeceng yappabottingeng, ateddengengngi masitta moi iruntu”
9 ompona ulengnge
“esso asui rilaongengngi wanua runtukki abala, maja yappatetongeng bola, madeceng yonroi massinge”
10 ompona ulengnge
“esso nagai najajianggi ana mancaji ana maufe masempo dalle, nakennaki lasa magatimui paja, makessing rilaungeng sompe, matteppang bibi ri pangempangnge.”
11 ompona ulengnge
“esso macangngi madeceng ri laungeng wanua, yenrekeng mekkah, yappamulang balu-balu, makessing narekko engka anana jaji masmpo dalle”
12 ompona ulengnge
“esso nyarangi madeceng rilaungeng makara-kara ri kantoroe pakalaki, madeceng ri yabbolang, yappammulang balu-balu”
13 ompona ulengnge
” esso gajai agi-agi ri jama maja manengngi ritu, laoki ri wanua runtuki lasa karing”
14 ompona ulengnge
“esso sapingngi madeceng yappamulang balu-balu, yappatettongeng, yappabottingeng, rekko malasaki masitta paja, esso najajiangnge nabi sulaiman”
15 ompona ulengnge
“esso bembe maja yappatetongeng bola tennasalai lasa bolata, rilaung wanua naka anajaji makanja tapi matengnge totona kawin”
16 ompona ulengnge
“esso bawi madeceng yonroi taneng ana lorong-lorong, agi-agi rijama maja maneng rit, madeceng toi yonroi mebbu sepu doi (tabungeng)”
17 ompona ulengnge
“esso jakariniai madeceng rialungeng sompe, madeceng rilaungeng madduta, rilauang tau mapparentae, malasaki magatti paja, ateddengeki magatti iruntu”
18 ompona ulengnge
“esso sapingngi madeceng rilaungeng sompe, jajiang ana makessing rupa, esso ri ebbuna majanna ulengnge”
19 ompona ulengnge
“esso monye’i madecengngi yappamulang balu-balu, rilauang wanua, jajiang ana masempo dallei”
20 ompona ulengnge
” esso walli madeceng rilauangeng madduta itarimaki insya allah, najajiangngi anana malampe sungei masempo dallei manyameng kininnawa toi lao ri padanna ri pancaji naiyya esso najaiangngi nabi ismail”
21 ompona ulengnge
“esso macangngi najajiangi anana madorakai ri puangnge, maja yappabottingeng, madeceng yappamulangeng lanro bessi”
22 ompona ulengnge
“esso tau esso ripanjajinna malaekae, madeceng rilauangeng sompe, rilaungeng mammusu pakalaki, idi rilaoi rikalaki, agi-agi rijama madeceng maneng, malasaki masittamui paja”
23 ompona ulengnge
“esso ulai madeceng riappatettongeng bola, yappabottingeng, yappasangeng belle, maja yappanoreng bine, madeceng yonroi melli pakiang masitta tattamba”
24 ompona ulengnge
” esso pariwi maja yappabbottingeng maponco’i, madeceng yonroi lati arung, esso najajiangnge firaun, matoai bale nabi yunus, maja narekko anana jaji”
25 ompona ulengnge
“esso anyarangi maja riloang sompe mateki rilaotta, riappabottingeng maponcoi, majai ri laoang mabbalu, esso najajiangngi iblis, najajiangngi anana madorakai”
26 ompona ulengnge
“esso sarai madeceng rilaoang sompe, riangelliang, yappabottingeng, najajiangngi anana malampe sungei”
27 ompona ulengnge
“esso ulengngi najajiangi anana maraja taoi ripadanna ripancaji ripuangnge, makessing riappanoreng bine sibawa mabbalu-balu”
28 ompona ulengnge
“esso kalapungngi madeceng yonroi mabbu parewa pakkaja, rilaoang, yappabottingeng, yataneng-tanengeng”
29 ompona ulengnge
“esso atiwi makessing rilaoang madduta, sompe cabigi, najajianggi anana pallasalasangngi”
30 ompona ulengnge
“esso manningi madeceng yappamulang dangkang, mattaneng taneng, narekko rilaoangi wanua assarapi, najajiangi anana matinului pigau pasuroanna allahu taala, duae pajajianna iyana wettu ripancajinna esso wennie”
…………………………………………………………………………………………………..
“Tarekat Tuntunan Shalat yang benar”
”Pasang Sajadah”
” Tubuku sempajang, atikku massempajang, nyawaku bawa sempajang, tajakku naletturi sempajang”
………………………………………………………………………………………………………..
”Sallina”
Muhammad sabbika, jibrilu palettukennga riallahu taala, nappaki mannia Baca Sallina sempajangnge.
Sebelum dibaca allahu akbar kabiran, baca dulu diatas kemuadian baca alhamdulillah. apabila membaca salam baca muhammad riataukku jibrilu ri abioku.
…………………………………………………………………………………………………………..
”Suke bola makanjae”
Sukei suketta wali-wali isukei ulu susutta wali-wali, isukei eddata wali-wali
……………………………………………………………………………………………………………
”Ba’ca Mattunu Dupa”
Lapaisseng asemmu batu langi muteppa ritaue niaseng dupa asemmu muteppa ritanae nariaseng dupa asemmu muteppa ritanae nariaseng lapalettu, paletturengnga rianu
…………………………………………………………………………………………………………..
”Ba’ca Timpa Tange”
Utimpa tangeku upasitimpa tajanna linoe oh puakku pompoi matanna essoe pasiomporengnga dalleku sangadi matengngei menre matanna essoe nama tengngeto dalleku
………………………………………………………………………………………………………….
”Ba’ca Taro Doi”
Yarase asemmu doi lapaulle ambo indomu utaro kassaramu warekkeng alusumu nurung mattaro muhammad tambai allah taala pabbarakko upasitako seppulo juta ettana sitaung welliakko anu, ucerako anu, tawana waie utang
…………………………………………………………………………………………………………
”Ba’ca Palao Doi”
Eh yarase muhammad palaui kassaramu nalau rupa doi kutaro tawana apie anginge upalau eh yarase tellu pennino ri laommu mulisu ri alusumu
…………………………………………………………………………………………………………
“Ba’ca Mattaro Berre”
Ideceng asemmu berre ibumbu ola ipenno asemmu pabbaresseng, walu malako malaikat tambaiko mattiro uwaina tasie nametti pabba resseku leppappi olae naleppang olakku.
…………………………………………………………………………………………………………
“Ba’ca Mataneng – Taneng”
Kung mappala, kung mappamula noko mulessi menre mupenno, duppai topole panguju tollau tuanako labaco nennia becce amin ya’ rabbal alamin.
…………………………………………………………………………………………………….
‘Ba’ca Matteppang Bibi Ripangempange”
Nabi helere nabimmu uweie, imallebbang asemmu wai kung massa asemmu tana, kung mappamula, kung ipammulai muallise muenre mupenna alhamdulillah sultanika.
…………………………………………………………………………………………………………..
“Ba’ca Bukka Balu”
Ujala pasa’ujala pappasa, golla pangelli bere-bere lessi mabbalunamalessi pangallie.
…………………………………………………………………………………………………………..
“Ba’ca Piara Olo–Kolo”
Senge asemmu olokolo, api pabbijako,wai pajokoko angin padisingiko tana pakkianakiko karna allahu taalah kunfayakung.
“Moara’i Ma’kki’Guna’ki”
Wassalam…!!

ILMU PAPPEJEPPU SEBUAH TASAWUF VERSI BUGIS


ILMU PAPPEJEPPU SEBUAH TASAWUF VERSI BUGIS



Oleh : Muh.Risani.Syam.


Jati diri suatu suku bangsa, ditentukan oleh budaya suku bangsa itu, begitu pula halnya dengan Suku Bugis. Budaya yang menjiwai orang orang Bugis, bukan hanya menyangkut, adat istiadat, atau hubungan antar sesama manusia,tapi juga hubungan manusia dengan Tuhannya. Gabungan dua kutub , yaitu hubungan manusia dengan manusia, dan hubungan manusia dengan Tuhannya, menyatu dalam jiwa manusia Bugis sebagai perwujudan budaya,dalam kehidupan. Ada satu hal pemahaman dalam budaya mereka ketika ia berdiri pada sebuah keyakinan dengan memegang prinsip bahwa ; Seddimi Tau, Watanna mi maega artinya, Pada hakikatnya manusia hanya satu, hanya raganya yang banyak. Rupanya pemahaman inilah yang kemudian melahirkan sebuah bentuk ilmu tasawuf versi Bugis, yang disebut Ilmu Pappejeppu. Pengertian seddimi tau atau manusia hanya satu, hanya dipahami oleh orang orang yang mengenal dan yang mendalami ilmu pappejeppu, Didalam ilmu pappejeppu, dikenal bahwa dalam diri manusia, disamping raganya, juga terdapat ROH dan NYAWA, didalam ilmu Pappejeppu, dipahami bahwa ROH adalah percikan cahaya yang terpolarisasi dari Nur Ilahi, sedang NYAWA adalah seberkas percikan cahaya yang terpolarisasi dari NUR Muhammad, polarisasi kedua cahaya tersebut kemudian bersinergi, yang melahirkan letupan yang disebut NAPAS. Peranan dan manifestasi Napas inilah yang kemudian menjadi inti ajaran ilmu pappejeppu. Dari napas tersebut kemudian memancarkan lagi gelombang magnetis ke berbagai cakrawala dari segala penjuru alam pemikiran manusia, yang kemudian melahirkan cabang cabang tempat bertenggernya ilmu pengetahuan (Science), Ilmu Pappejeppu, Ilmu Mistik, dan Ilmu mantera. Khusus untuk ilmu mistik, dan ilmu mantera, semuanya tidak terlepas dari peranan napas. Walaupun hal ini nampaknya luput dari perhatian baik yang mendalami Ilmu Tasawuf atau Sufisme, ataupun ilmu pappejeppu itu sendiri. Korelasi napas yang terpolarisasi, kedalam bentuk ilmu Mistik, dan ilmu mantera, juga memberikan inspirasi, dan analisa, bahwa peranan napas pada setiap, manusia telah memberikan keyakinan prinsip seddimi Tau atau hanya satu manusia, bagi pengamal ilmu pappejeppu, hal ini oleh penulis mencoba mengungkap, pada buku ini, pada bagian lainnya. Rupanya prinsip seddimi tau atau manusia hanya satu, kurang disosialisasikan pada masyarakat umum, hal ini mungkin karena perinsip ini memilki nilai filosofi yang mendalam sehingga tidak mudah dicerna oleh orang yang tidak memahami ilmu pappejeppu. Selanjutnya bahwa Ilmu Pappejeppu ini telah dikenal dikalangan orang Bugis, jauh sebelum ajaran Islam masuk ke wilayah daerah Bugis, masuknya ajaran Islam yang, diiringi masuknya, ajaran tasawuf dari berbagai aliran Sufi, juga banyak mewarnai Ilmu Pappejeppu dalam berbagai kesamaan pandangan, namun disisi lain juga banyak perbedaannya. Ketika Ilmu Tasawuf Sufisme, menuntut manusia untuk hidup penuh kepasrahan, dan hidup Zuhud, maka orang Bugis dengan ilmu pappejepu yang dimilkinya, justru ia harus bangkit, dan berjuang, untuk melawan kepasrahan dan nasib, “ “ “(Sebagaimana Fiirman Allah SWT yang menyatakan Inna Laha La yugayirru ma bi kaomeng, hatta yugayiru ma bi anfusihim, artinya, Tidaklah berubah nasib seseorang atau kaum kecuali ia yang merubahnya,) “ hal ini guna meningkatkan kwalitas hidupnya di dunia, dan kwalitas hidup (ROH) yang ada pada dirinya ketika ia kembali ke Rahmatullah, sehingga orang orang yang memahami betul ilmu Pappejeppu, ketika ia menghadapi sakratul maut dengan berani berkata bahwa, nyawa saya tidak akan saya lepas kalau hanya suruhannya ( Malaikatul Maut) yang datang menjemput, kecuali dirinya, sama seperti ketika aku lahir ke Bumi melihat cahaya Dunia. Ilmu Pappejeppu bukanlah sebuah ilmu untuk diketahui, tapi sebuah ilmu hanya untuk dipahami. Sebagaimana pemahaman Ahli Pappejeppu, bahwa Allah SWT, ia tidak mau diketahui, hanya ia mau dipahami.

Bangkitnya orang Bugis untuk menentukan nasib ditangannya, tidak terlepas dari sebuah perinsip hidup yang menjiwai mereka yang mengatakan , Resopa temmangingngi malomo naletei pammase Dewata artinya : Hanya dengan kerja keras secara terus menerus tanpa kenal putus asa, akan mendapatkan Rachmat dari Allah SWT. Oleh karena itu ilmu Pappejeppu bagi orang Bugis bukanlah ilmu Tasawuf yang menghanyutkan manusia masuk kedalam Taqarrub untuk bertajalli, sebagai tujuan hidup, yang tidak lagi memperdulikan kehidupan disekelilingnya. Dan pandangan mereka terhadap orang orang yang hanyut dan tenggelam dalam taqarrub untuk bertajalli akan menjadikan manusia tersebut hanya menjadi beban dunia. Sebaliknya dalam ilmu pappejeppu Justru ber tajalli dalam ilmu Pappejepu bukan tujuan, tapi ia merupakan pegangan dan bekal manusia Bugis dalam menjalani kehidupan di dunia dan di akhirat kelak. Salah satu pengertian ilmu pappejeppu tidak hanya berada dalam alam gaib, yang tidak memiliki wujud realita tertentu, dan hanya dapat dihayati dan direnungkan dalam aktivitas narasi manusia, tapi juga yang tak kalah pentingnya adalah bagaimana mewujudkan sesuatu yang bermanfaat, atau sesuatu yang dapat dipetik hasilnya dari hasil Pappejeppu yang bersumber dari pemahaman interaksi antara manusia dengan Tuhannya. Perbedaan lain antara ilmu tasawuf atau Sufisme dengan ilmu Pappejepu, dimana sebelum memasuki ajaran ilmu Tasawuf atau Sufisme,terlebih dahulu seseorang harus masuk kedalam salah satu aliran Tariqat, katakanlah aliran Tariqat yang paling populer di Indonesia adalah aliran Naqsyabandiah, bahwa seseorang yang masuk kedalam aliran Tariqat ini, terlebih dahulu ia harus di bay’at, sebagai bentuk kesetiaan dan kepatuhan yang mengikat dirinya terhadap Mursyid atau syaikh, maupun terhadap aliran itu. Disamping itu dalam ajaran sufisme manusia hanya dituntun untuk melakukan berbagai bentuk dzikir, utamanya dzikir yang menyangkut IZMU JALALAH, dengan berbagai metode dan latihan. Sedang dalam menuntut ilmu Pappejeppu, NAPAS adalah merupakan mediator satu satunya seseorang dalam berinteraksi dengan Tuhannya. Begitupula hubungan antara murid dan guru tidak ada suatu keterikatan, atau terhadap mursyid maupun terhadap aliran, karena ilmu pappejeppu tidak memiliki aliran, hanya satu hal yang menjadi Sumpah seseorang murid terhadap mursyidnya adalah sang murid dilarang keras mengajarkan ilmu tersebut kepada siapapun tanpa ada izin dari mursyid. Dalam ilmu pappejeppu, sebenarnya tidak dikenal Guru dan Murid, seseorang yang mengajarkan dengan menunjukkan jalan tentang tata cara Pappejepu, hanya sebuah panggilan, untuk berbagi ilmu.

HAKIKAT NUR MUHAMMAD - ASAL KEJADIAN


HAKIKAT NUR MUHAMMAD - ASAL KEJADIAN

** Keterangan berikut adalah suntingan dari kitab 'Sirrul Asrar Fi Ma Yahtaju Ilayhil Abrar' oleh Ghawthul A'zham Shaikh Muhyiddin Abdul Qadir Jilani رضي الله عه

Maka berkata Shaikhuna; tentang

... Nur Muhammad (iaitu hakikat Muhammad) - atau ringkasnya asal kejadian.

Semoga Allah Ta'ala memberikan kamu kejayaan di dalam amalan-amalan kamu yang disukaiNya dan Semoga kamu memperolehi keredaanNya. Fikirkan, tekankan kepada pemikiran kamu dan fahamkan apa yang aku katakan.

Allah Yang Maha Tinggi pada permulaannya menciptakan cahaya Muhammad daripada cahaya suci Keindahan-Nya. Dalam hadis Qudsi Dia berfirman;

“Aku ciptakan ruh Muhammad daripada cahaya Wajah-Ku”.

Ini dinyatakan juga oleh Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم dengan sabdanya:

“Mula-mula Allah ciptakan ruhku. Pada permulaannya diciptakanNya sebagai ruh suci”.

“Mula-mula Allah ciptakan qalam”.

“Mula-mula Allah ciptakan akal”.

Apa yang dimaksudkan sebagai ciptaan permulaan itu ialah ciptaan hakikat kepada Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم; kebenaran tentang Muhammad yang tersembunyi. Dia juga diberi nama yang indah-indah.

Dia dinamakan Nur, cahaya suci kerana dia dipersucikan dari kegelapan yang tersembunyi di bawah sifat jalal Allah.

Allah Yang Maha Tinggi berfirman:
قَدْ جَآءَكُمْ مِّنَ اللَّهِ نُورٌ وَكِتَـبٌ مُّبِينٌ
“Sesungguhnya telah datang kepada kamu dari Allah, cahaya dan kitab yang menerangkan”. - Al-Maaidah, ayat 15

Dia dinamakan aqal yang meliputi (akal universal) kerana dia telah melihat dan mengenali segala-galanya.

Dia dinamakan qalam kerana dia menyebarkan hikmah dan ilmu dan dia mencurahkan ilmu ke dalam huruf-huruf.

Roh Muhammad adalah zat atau hakikat kepada segala kejadian, permulaan dan kenyataan alam maya. Baginda صلى الله عليه وسلم menyatakan hal ini dengan sabdanya;

“Aku daripada Allah dan sekalian yang lain daripadaku”.

Allah Yang Maha Tinggi menciptakan sekalian roh daripada roh baginda صلى الله عليه وسلم di dalam alam kejadian yang pertama, dalam bentuk yang paling baik. ‘Muhammad’ adalah nama kepada sekalian kemanusiaan di dalam alam arwah. Dia adalah sumber, asal usul dan kediaman bagi sesuatu dan segala-galanya.

5 Mutiara Perhiasan Kaum Shalihin

5 Mutiara
Perhiasan Kaum Shalihin
-------------------------
Sadar Sewaktu Bernafas
(Husy dar dam),
Berjaga Dalam Langkah
(Nazhar bar qadam),
Merantau Ditanah Kelahiran
(Safar dar wathan),
Bersepi Ditengah Keramaian
(Khalwat dar anjuman),
Berdzikr Tanpa Selaan
(Yad krad - Baz ghast).

Terlipat Bagi Mereka Timur & Barat,
Terbuka Bagi Mereka Rahasia Semesta Alam,
Bukan Lantaran Karomah Mereka Yg Ajaib,
Tapi..,
Karena Istiqomah Mereka Menundukkan Syahwat & Nafsu.