Total Tayangan Halaman

Sabtu, 31 Desember 2011

Puisi Sufi : Ruh

Wahai Ruh yang masih bertempat di raga manusia
Bebaskan dirimu dari cengkeraman Hawa Nafsu
Yang sekian lama kau dijajah, dikuasai, diperbudak, diperintah
Kau dijerat dengan kesibukan duniawi
Kau dililit oleh ular-ular Kemaksiatan yang menyenangkan
Kau dimabukkan oleh tenggak-tenggak minuman beralkohol
Yang melupakan ……. Melupakan segalanya
Yang senantiasa tidak bisa berpaling darinya
Yang selalu menggerogoti tubuhmu, tulangmu, dagingmu
Paru-parumu yang setiap hembusan nafasnya memporak-porandakan sistem ingatanmu menuju kesesatan …..
Menggerogoti jantungmu yang setiap detaknya menyanyikan lagu-lagu kemerosotan moral
Menggerogoti kakimu yang setiap langkahnya menjerumuskan ke jurang kehinaan yang menyengsarakan
Menggerogoti hatimu yang senantiasa melupakan anganan dan ingatan kepada Tuhan untuk bertaubat dan bersujud
Kau dirayu oleh rayuan-rayuan gombalnya perempuan pezina
Yang senantiasa menggeser iman dan aqidah ketuhanan
Badanmu yang enak, nafsumu yang merasakan kepuasan
Tetapi jiwamu yang sengsara Ruh mu yang menderita…..
Dan menderita di hari nanti…..
Di hari nanti ragamu kau tinggalkan di liang lahat
Nafsumu lari dari tanggungjawab…..
Tinggal Ruh mu yang menerima akibat dari perbuatan mereka
Maka kasihanilah Ruh mu…..
Bebaskan Ruh mu….. Merdekakan Ruh mu
Bebaskan Ruh mu dari perbuatan maksiat dengan bertaubat nasukha
Bebaskan Rohmu dari jeratan tali-tali narkoba dengan istighfar
Bebaskan Rohmu dari belenggu minuman beralkohol dengan Dzikrullah,….. Bertafakur,….. dan berserah diri kepadaNya
Berlutut, bersujud, kepadaNya
Merdeka ……..
Rohmu merdeka
Bebas kemana-mana
Bertahtalah di singgasana Qolbu
Yang merajai di seluruh wilayah badan wadagmu
Kau penuhi dengan tentara-tentara
Tentara-tentara………Dzikrullah……..
Tuk melawan “musuh di balik selimut dan musuh yang nyata” serta hawa nafsu dan keinginan yang sesat
Puisi Sufi : Ruh

Tidak ada komentar:

Posting Komentar